Wednesday, 15 April 2015

Little Elle vs my sin*

Hampir jam 11 malam namaku dipanggil…
Sekilas sang jubah putih menatapku
Oh God, apa sakitku..?

Sang jubah putih kemudian angkat bicara:
”Mmm, sudah jalan 5 bulan ini...”

Ya, Tuhan ampuni dosaku.....
(Surabaya, Klinik Pusura, 3 April 2002)


Aku selalu percaya hidup seseorang bisa berubah dalam sepersekian detik. Aku mengalaminya. Aku mengilhaminya. Hanya dengan kurang lebih 6 kata, seseorang mengubah hidupku. Memvonis aku sebagai pendosa. Walau aku sadar – sesadar sadarnya, bahwa bukan dia yang menyebabkabkan aku seperti itu melainkan aku sendiri yang melakukannya. Dia hanya sebagai penyampai pesan dari yang di atas, menyadarkan aku dari kebodohanku yang paling bodoh (bukan atas dosa yg kulakukan tapi atas kealpaanku karena dosa yg kulakukan).

Ya, aku adalah pendosa! Ibaratnya kejahatan aku adalah tersangka pembunuhan paling sadis yang harus diasingkan dari penghuni sel yang lain.
Dosaku kini berlipat, hukumanku pasti siksaan diatas kursi listrik atau kurungan sel seumur hidup tanpa grasi walaupun aku bersikap baik dalam sel.
Ah, mungkin terdengar berlebihan oleh kalian, tapi sungguh mati, pada saat itu aku merasakanm penyesalan yang tak bisa aku artikan. Serasa malam itu adalah malam terakhir aku. Tak dapat aku bayangkan akan adanya hari esok. Karena aku tak tau bagaimana menghadapi hari esok.

Ditengah – tengah chaos itu, tiba – tiba aku terganggu pada gerakan halus dibalik bajuku. Ada ’sesuatu’ di dalam tubuhku. ’ia’ bergerak dibalik lapisan perutku. Sebuah refleksitas mengantar tanganku pada’nya’, Membuat aku mengelusnya, dan menyanyikan lulaby. Ah, dosa itu. Aku mendapati diriku mengelus dan meninabobokan dosa penghancur hidupku tersebut. Ya, Tuhan satu lagi dosa kulakuakan dengan mengatai’nya’ dosa penghancur hidupku sementara aku sadar – sesadar sadarnyanya bahwa akulah pendosa itu, akulah terosis itu bukan ’dia’.

Pada akhirnya aku capek sendiri menganggap diriku jahat. Karena aku bukan penjahat. Aku mulia di mata Tuhan, sampai – sampai DIA mempercayakan aku membuat dosa itu disaat aku merasa tak sanggup. DIA mempercayakan aku menjadi orang paling bahagia lewat dosa yang pernah aku lakukan. Dosa terindah yang justru mempertemukan aku dengan mahkluk terindah yang pernah DIA ciptakan di muka bumi dan mengijinkan aku menghabiskan hidupku bersamanya.

Mirelle Daphney Pelmelay (Elle)


Sebuah catatan untuk Mirelle Daphney Pelmelay, sahabat kecilku, yang tanpa disadarinya telah membentuk aku menjadi wanita yang kuat.
Danke, kaka Elle. :*

Back sound: Little L - Jamiroquai
Seems like you're stepping on the pieces
of my broken shell
'cause you make me love you, love you
with a little L you know
that's the way you make me love you yeah



*Di-post ulang dari blog saya terdahulu: www.trulydb.blogspot.com

No comments:

Post a Comment