If you want to be honest, be true.
If you want to be true, be you” – Anonymous
Benar adanya bahwa pengalaman –entah pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain- adalah guru. Saya selalu menganggap hidup yang dijalani sebagai sekolah, dan orang-orang yang ada di dalamnya sebagai guru. Entah baik atau buruk, tapi semua orang adalah guru yang –pasti- bukan tanpa sengaja ditempatkan Tuhan dalam kehidupan kita.
Akhir-akhir ini saya banyak belajar dari pengalaman orang-orang sekitar.
Terkadang manusia tidak memerankan dirinya sendiri dalam situasi-situasi tertentu. Demi alasan tertentu, manusia cenderung menipu sekitarnya. Ada yang terang-terangan untuk menarik perhatian, ada yang hanya sekedar supaya dianggap kren, ada yang dengan sengaja tak ingin kehidupan aslinya diketahui, atau ada pula yang sekedar menikmati ‘menjadi’ orang lain. Hal ini marak terjadi, terlebih dalam pergaulan di sosial media, dimana menjadi orang lain sangatlah mudah.
Bertentangan dengan itu, satu hal yang saya simpulkan akhir-akhir ini adalah bahwa ternyata menjadi diri sendiri adalah peran yang sangat ‘gampang’ untuk dimainkan. Bagaimana tidak, oleh yang Maha Kuasa kita telah ditentukan untuk menjadi diri kita masing-masing dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Lalu kenapa harus ‘menjadi orang lain’?
Menjadi diri sendiri adalah hal paling jujur yang mudah namun dipersulit oleh manusia. Dipersulit oleh sifat iri, cemburu, dengkih, dan sejenisnya. Alhasil, manusia sering melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukannya, seperti berbohong atau mencurangi orang lain, yang pada akhirnya berdampak tidak baik untuk dirinya sendiri.
Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri “Siapakah saya sebenarnya?” Saya sering berhenti pada titik-titik tertentu, untuk kembali mengingatkan diri dengan pertanyaan ini. Siapakah saya sebenarnya? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membuat kita bersyukur dan enggan menjadi orang lain selain diri sendiri.
Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna. Maka percuma bersusah payah menjadi orang lain, karena lebih nyata menjadi diri sendiri.
Be true. Be You. Kita terlahir asli,mengapa harus menjadi palsu?
Back sound: Nobody’s perfect – Miley Cyrus
Nobody’s perfectI gotta work it
Again and again.
Til I get it right

No comments:
Post a Comment