Saturday, 13 June 2015
Saridjah
Tik tik tik bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira..
Sepenggal lagu yang tidak asing bukan saja bagi anak-anak, tapi bagi semua orang.
Adalah Ibu Soed, yang menciptakan lagu tersebut. Hari ini saya ingin berkenalan lebih akrab dengan beliau.
Ibu Soed terlahir dengan nama Saridjah.
Saridjah lahir sebagai putri bungsu dari dua belas orang bersaudara. Ayah kandung Saridjah adalah Mohamad Niung, seorang pelaut asal Bugis yang menetap lama di Sukabumi kemudian menjadi pengawal J.F. Kramer.
Selepas mempelajari seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola hingga mahir dari ayah angkatnya, Saridjah melanjutkan sekolahnya di Hoogere Kweek School (HKS) Bandung untuk memperdalam ilmunya di bidang seni suara dan musik. Setelah tamat, ia kemudian mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Dari sinilah awal Saridjah mulai mengarang lagu.
Pada tahun 1927, ia menjadi Istri R. Bintang Soedibjo, dan ia pun kemudian dikenal dengan panggilan Ibu Soed, singkatan dari Soedibjo.
Ibu Soed selalu menciptakan lagu khusus untuk anak-anak. Ia memperkirakan telah menciptakan lebih dari 200 lagu, walau hanya separuh yang bisa terselamatkan dan bertahan sampai sekarang. Jauh sebelum meninggal, Ibu Soed sempat mengungkapkan perasaannya yang menyayangkan bahwa lagu anak-anak sekarang telah menjadi serba komersil.
Banyak lagu Ibu Soed yang menjadi lagu populer sperti; Hai Becak, Burung Kutilang, dan Kupu-kupu. Bahkan ketika genting rumah sewaannya di Jalan Kramat, Jakarta, bocor, ia membuat lagu Tik Tik Bunyi Hujan.
Lagu wajib nasional yang dia ciptakan adalah Berkibarlah Benderaku dan Tanah Airku. Lagu-lagunya yang lain banyak yang juga telah menjadi populer, diantaranya Nenek Moyang, Lagu Gembira, Kereta Apiku, Lagu Bermain, Menanam Jagung, Pergi Belajar, Himne Kemerdekaan, dll.
Lagu-lagu Ibu Soed, menurut Pak Kasur, salah seorang rekannya yang juga tokoh pencipta lagu anak-anak, selalu mempunyai semangat patriotisme yang tinggi. Sebagai contoh, patriotisme terdengar sangat kental dalam lagu Berkibarlah Benderaku. Lagu itu diciptakan Ibu Soed setelah melihat kegigihan Jusuf Ronodipuro, seorang pimpinan kantor RRI menjelang Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947, dimana Jusuf menolak untuk menurunkan Bendera Merah Putih yang berkibar di kantor RRI, walaupun dalam ancaman senjata api pasukan Belanda.
Karya besar lainnya adalah Tanah Airku yang liriknya bercerita tentang keindahan alam Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Beliau meninggal pada tahun 1993 (usia 85 tahun)
Saya salut dengan beliau. Wanita Indonesia hebat yang patut kita kenang sebagai srikandi musik Indonesia.
(sumber wikipedia)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment