Monday, 29 June 2015

(Bukan) Cinta

Hujan semakin menjauhi Bumi. sejak pagi tadi Bumi terlihat cantik bersama Matahari -yang masih malu-malu nampak menemani Bumi-.
Atau mungkin Matahari takut ketahuan Bulan.

Apa aku bilang, cinta memang konyol kan? mungkin bukan cinta, tapi hal-hal yang menyertai cintalah yang konyol.
Karena itu sudah sejak lama aku berhenti berurusan dengan cinta.

Tentang ini, aku punya teori sederhana.
kalau cinta diartikan sebagai anugerah untuk membahagiakan, mengapa harus ada patah hati?

Apakah benar adanya, mengalah dan berkorban adalah bagian dari cinta?

Apakah benar adanya, kalian mencintai tanpa tuntutan untuk dicintai balik?

Kalau cinta diartikan sebagai anugerah untuk membahagiakan, atau memberi tanpa menerima, maka satu-satunya cinta yang aku akui hanyalah cinta Yesus. pernahkah kalian merasa tidak dicintai olehNya, walau hanya sedetik?

Hmmm, mungkin Hujan meneladani Yesus. karena selain Yesus, Hujan juga tak ada bosan-bosannya pada Bumi.
pernahkah kalian melihat Hujan menuju arah lain selain kepada Bumi?


Maka jika kalian bukan Yesus, atau bukan Hujan, berpikirlah banyak sebelum mengakui diri sebagai pecinta.






No comments:

Post a Comment