Wednesday, 10 June 2015

Tetes hujan (yang) itu.

Hari ke-10 di bulan 6.
Dan langit masih setia mencurahkan hujan ke bumi.
Sedangkan aku masih setia memandangi hujan dari teras rumahku.



Hujan ibarat kehidupan.
Sudah seharusnya disyukuri karena memberi sesuatu yang baik untuk manusia.
Seperti halnya anak-anak kecil ini, hujan memang sepantasnya kita nikmati.

Aku percaya, hujan dicurahkan oleh yang kuasa, bukan tanpa alasan. Begitupun kamu bagi diriku :)
Bukanlah tanpa maksud, DIA menempatkan kamu di tengah jalan hidupku.
Aku mensyukuri hadirmu, seperti aku mensyukuri hujan.
Dan karena itu pula, aku merelakanmu pergi, seperti tetesan hujan yang jatuh ke bumi dan kemudian mencari jalannya sendiri. entah kemana.

Buat kamu -yang entah dimana-, pilihlah satu tetes hujan yang turun, lalu perhatikan baik-baik kemana dia menuju.
Anggap itu aku, agar kamu tau kemana harus mengarah, bila kamu merindukan aku.

Seperti tetes hujan yang ini, yang aku istimewakan dan aku abadikan seperti layaknya aku perlakukan kamu.

No comments:

Post a Comment