Jadi begini ceritanya..
Malam ini aku memilih duduk di teras berkawan secangkir teh dan... hujan!
Mungkin karena suaranya, aromanya, suasana yang tercipta olehnya, aku selalu merasa hujan itu sexy.
Hujan itu bagaikan bercinta.
Mulai gerimis yang pelan dan mengundang
(kau dan aku mulai menyatu dalam pelukan),
kemudian mulai menderas
(kita saling mendekap dan bercumbu),
semakin menderas
(saling melepas sehelai demi sehelai kain di tubuh),
semakin menderas
(ketika kulit dan kulit bersentuhan tanpa jarak),
semakin membasah
(ketika yang ada di depan mata adalah satu-satunya yang ingin kita lihat saat itu),
semakin tak beraturan suaranya
(aku mendesah membuat kau semakin bergairah),
kian ribut saja
(aku semakin mendesah, dan kau semakin membabibuta),
menderas dan membasah
(kita semakin menggila),
Hingga akhirnya mencapai klimaks
ketika terdengar suara gemuruh,
sambil sesekali disertai petir
(semakin menggilaaa, hingga..aaaah.. seketika suasana hening. kau terlentang di sebelahku sambil tersenyum puas dan mencium keningku)
Pfiuuuh..
Seperti itu kira-kira.
Setelah itu, hujan menjadi biasa saja,
bahkan kita berharap hujan segera mereda.
Ahhh, tapi malam ini aku masih ingin menikmati hujan, karena aku merindukan hujan.
Merindukan hujan yang sexy..


No comments:
Post a Comment